Alpukat Misra (batuah), Si Raja Lezat dari Jambi

Alpukat Misra (batuah), Si Raja Lezat dari Jambi

Ketika akan memulai berkebun tanaman buah hal yang sangat penting untuk di perhatikan adalah pemilihan jenis bibit unggul. Mengapa hal ini menjadi sangat penting, karena investasi besar yang kita alokasikan akan menjadi sia-sia apabila setelah menunggu 3 tahun lamanya, ternyata buah yang dihasilkan tidak laku dipasaran karena kwalitas buahnya rendah.

Alpukat Misra (Batuah) merupakan alpukat dengan kwalitas dan rasa yang super. Memiliki rasa yang lezat dan manis, daging buah tebal dan lembut, kulit buah hijau bersinar, Bobot buah rata 500 gram, Panen pertahun mencapai 400kg. (demikian yang disampaikan oleh Nelly Misra selaku pemilik pohon induk yang langsung di sampaikan kepada team lapakbibit.com).  Hal-hal tersebut yang menjadikan alpukat ini menjadi yang paling prospek untuk dikebunkan secara komersil.

Bibit Alpukat Misra yang tersedia di lapakbibit.com merupakan bibit yang diperbanyak dengan cara sambung pucuk (top grafting). Pucuk yang kami pergunakan untuk perbanyakan di ambil langsung dari pohon induk yang sudah berbuah di Jambi di kediaman Ibu Nelly Misra. Saat ini di Indonesia hanya ada satu pohon alpukat misra yang sudah berbuah yaitu pohon milik Ibu Nelly Misra yang berlokasi di Jambi. Alpukat Misra yang kami jual dijamin keaslia dan kwalitasnya.

Rasa juara

Citarasa avokad itu perpaduan manis dan gurih sehingga menciptakan sensasi yang lezat. Avokad Nelly memiliki tingkat kemanisan 7° briks. Oleh sebab itu untuk menikmatinya tidak perlu menambahkan gula atau susu. Porsi buah yang dapat dimakan juga cukup banyak, mencapai 74% dari seluruh bagian buah. Itulah sosok pemenang pertama kategori avokad pada Lomba Buah Unggul Nusantara yang diselenggarakan Majalah Trubus.

Pada perhelatan kali ini, Trubus bekerjasama dengan Kementerian Pertanian dan Institut Pertanian Bogor. Para juri sepakat mendaulat avokad Misra Nelly yang terbaik di kelasnya. Sebelum menobatkan sebagai juara, panitia lomba, Dr Ir Mohammad Reza Tirtawinata melakukan verifikasi pohon milik Nelly pada awal November 2016. Di halaman belakang rumah Nelly tumbuh sebatang pohon anggota keluarga Lauraceae itu.

Pohon berketinggian lebih dari 10 meter itu tumbuh berdampingan dengan mangga, sawo, dan pisang. “Ketika di sana hanya satu buah yang bersisa di pohon dan kondisinya juga belum masak,” ujarnya. Reza pun memetiknya untuk melakukan identifikasi. Semula Nelly memperoleh bibit avokad itu dari seorang rekan di Jambi. Bibit berukuran satu meter itu pun tumbuh subur.

Perempuan berusia 46 tahun itu hanya memberikan pupuk kandang. “Pemberian minimal delapan bulan sekali sebanyak 60 kilogram,” ujarnya. Reza menuturkan unggulnya avokad milik Nelly lantaran faktor genetik. “Dengan perawatan yang minimal saja sudah menunjukkan sifat unggul,” jelas doktor Pertanian alumnus Institut Pertanian Bogor itu. Pada umur delapan tahun tanaman introduksi asal Meksiko itu mulai berbuah.

Pada panen perdana Nelly memetik sekitar 30 kilogram. Panen pada 23 Oktober 2016 Nelly mengirimkan delapan avokadnya ke panitia Lomba Buah Unggul Nusantara. Pada kategori avokad terdapat 18 kontestan. Artinya di kelas avokad, koleksi Nelly menyingkirkan 17 pesaing. Para peserta itu datang dari berbagai daerah di tanahair, di antaranya Semarang, Jakarta, Bogor, dan Kediri.